Senin, 21 Juli 2025

Posted by Guru Usuf On Senin, Juli 21, 2025

 

MODUL I KELAS XI

PENDIDIKAN AL-QURAN

        Capaian Pembelajaran

        Menganalisis Q.S. Al-Isra'ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15.

        Memahami manfaat dan hikmah berbakti kepada orang tua.

       Membaca Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15 sesuai kaidah tajwid             dan makharijul huruf.

4.          Menulis Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15 dengan baik dan benar.

    Tujuan Pembelajaran

    Mengidentifikasi hukum tajwid yang terdapat pada Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15.

      Menjelaskan isi kandungan Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15.

     Mengemukakan kewajiban anak terhadap orang tua.

     Menjelaskan cara-cara berbakti kepada orang tua.

   Melafalkan hukum bacaan mad yang terdapat dalam Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman                 ayat 14-15.

    Membaca Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15 dengan tartil.

  Menuliskan hukum bacaan mad yang terdapat dalam Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman             ayat 14-15 dengan benar.

    Menulis Q.S. Al-Isra' ayat 23-24 dan Q.S. Luqman ayat 14-15 dengan benar.


MATERI

            Birrul walidain atau berbakti adalah kewajiban kita kepada orang tua Surah Al-Isra' ayat 23 dan 24 dan Surah Luqman ayat 14 dan 15 menjelaskan perintah tersebut.

Surah Al-Isra' atau disebut pula Bani Israil merupakan surah yang menempati urutan ke-17 dalam Al-Quran, diturunkan di Mekah, terdiri atas 111 ayat. Sementara Surah Luqman juga merupakan surah makkiyah berada di urutan ke-31, terdiri atas 34 ayat. Dinamakan Surah Luqman karena di dalamnya menceritakan cara dan nasihat Luqman untuk anaknya, salah satunya adalah mendidik untuk berbakti kepada kedua orang tua.

1.        Q.S Al-Isra ayat 23-24

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". 

Makna kata:

(وَقَضَىٰ رَبُّكَ) wa qadhaa rabbuk : memerintahkan dan mewasiatkan.

(وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ) wa bil waalidaini ihsaanaa : yaitu berbuat baiklah kepada kedua orang tua kalian, dengan berbakti kepada keduannya.

(فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ) falaa taqullahumaa uff : yaitu perkataan; celaka, buruk, dan rugi.

(وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا) wa laa tanharhumaa : janganlah engkau membentak mereka dengan perkataan yang keras.

(قَوۡلٗا كَرِيمٗا) qaulan kariimaa : yang baik dan lembut.

Makna ayat:

Ketika Allah telah mengharamkan syirik dan rasul-Nya telah melarangnya, dengan firman-Nya “Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.” Allah memerintahkan kepada tauhid “Dan Rabbmu telah memerintahkan...” menetapkan, menyuruh, dan mewasiatkan “agar kamu jangan menyembah selain Dia...” jangan kalian beribadah kecuali hanya kepada Allah ‘azza wa jalla. Firman-Nya ta’ala “dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua...” Allah mewasiatkan untuk berbuat baik dan berbakti kepada ibu dan bapak, dengan memberikan kebaikan kepada mereka, melindungi mereka dari gangguan, mentaati keduanya selama bukan kemaksiatan kepada Allah ta’ala. Firman-Nya ta’ala “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangalah engkau mengatakan “ah” atau membentak keduanya...” jika kedua orang tuamu atau salah satu dari mereka baik ibu atau ayah telah mencapai usia lanjut, dan engkau hidup dan tinggal bersama keduanya, maka engkau wajib berbakti kepada keduanya sebagaimana dahulu mereka membantu engkau tatkala kecil, mencuci air seni keduanya, membersihkan najis yang ada pada mereka, memberikan apa yang mereka butuhkan, serta tidak merasa berat dan enggan dalam membantu keduanya. Sebagaimana yang telah mereka lakukan kepadamu tatkala engkau kecil, engkau buang air kecil atau besar, mereka pun membersihkan dan mencucinya tanpa ada rasa berat atau enggan. Firman-Nya ta’ala “Janganlah engkau membentak keduanya...” janganlah engkau mengucapkan kalimat yang keras dan lantang “dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” Indah, santun, dan lembut, dengan penuh kesantunan dan penghormatan kepada keduanya.

Selanjutnya Allah menyatakan, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang karena rasa hormat yang tulus kepada keduanya, dan ucapkanlah, yakni berdoalah, wahai tuhanku, yang maha pengasih, maha penyayang, sayangilah keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil dengan penuh kasih sayang. Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada tuhanmu, maka sungguh, dia maha pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.

Pelajaran dari ayat:

Wajib hanya beribadah kepada Allah semata dan berbakti kepada orang tua, yaitu dengan berbuat baik kepada keduanya, melindungi mereka dari keburukan, serta mentaati keduanya dalam perkara yang baik.

Wajib mendoakan ampunan dan rahmat untuk kedua orang tua.


Surah Luqman [31] Ayat 14 dan 15


وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

2.                           Arti Kosakata
Sekarang perhatikan beberapa kosakata yang terdapat pada ayat-ayat di atas, kemudian perhatikan terjemahnya.

Kata

Makna

Kata

Makna

قضى

Telah menetapkan/

اخْفِضْ

Rendahkanlah

تَعْبُدُوا

memerintahkan
Kalian menyembah

صَغِيرًا

Kecil

الْوَالِدَيْنِ

Kedua orang tua

حمل

Mengandung

اِحْسنا

Baik

اشكر

Bersyukurlah

يبلغن

Sampai

المَصِيرُ

Tempat kembali

تَقُل

(Kamu) mengatakan

اتَّبع

Ikutilah

تنهر

(Kamu) membentak

سبيل

Jalan

قَوْلاً

Perkataan

انبكم

Kami kabarkan kepada kalian

 

3.         Hukum Bacaan

 

No

Kalimat

Hukum Bacaan

Alasan

1

قَوْلًا كَرِيمًا

 

 

2

أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا

 

 

3

مَنْ أَنَابَ

 

 

4

عِندَكَ ٱلْكِبَرَ

 

 

5

كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 

 

 

0 comments:

Posting Komentar