Kamis, 20 Agustus 2026

Posted by Guru Usuf On Kamis, Agustus 20, 2026

MODUL PENDIDIKAN Al-QUR’AN

SMAN 1 SIMPANG EMPAT KELAS XII

BAB II

AL-Qur’an tentang Hari Kiamat

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Yusuf Wibisono

 


Panduan Belajar

Agar  kamu  mendapatkan  hasil  yang  optimal  dalam  menggunakan  modul ini, maka perhatikan petunjuk khusus berikut:

1. Sebelum memulai menggunakan modul,  mari berdoa kepada  Allah عَزَّ وَ جَلَّ,  agar diberikan  kemudahan dalam  memahami  materi  ini  dan dapat  mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Kamu  sebaiknya  membaca  dari  bagian  pendahuluan,  kegiatan pembelajaran, rangkuman, dan evaluasi secara urut.

3.  Setiap  akhir  kegiatan  pembelajaran,  kamu  sebaiknya  mengerjakan  latihan soal dengan jujur tanpa melihat uraian materi. 

4.  Kamu  dikatakan  tuntas  apabila  dalam  mengerjakan  latihan  soal  mendapatkan nilai 75 dan dinyatakan TUNTAS untuk melanjutkan kegiatan  pembelajaran selanjutnya.

5.  Apabila  kamu  belum  tuntas  di  materi  sebelumnya,  maka  harus  mempelajari lagi uraian materi, setelah itu mengerjakan latihan soal.

Secara rinci, materi yang akan kamu pelajari pada  modul ini tentang “Al-Quran tentang Hari Akhir” dengan  Capaian Pembelajaran  dan  Indikator  Pencapaian Kompetensinya sebagai berikut:

 

N o

Capaian Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

1.

 

 

2

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

5

 

 

6

 

 

 

7

Memahami konsep Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menganalisis hukum bacaan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari

kiamat.

Membaca Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari

kiamat.

Menerjemahkan dengan tepat

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menyalin dengan baik

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Mendemontrasikan hafalan

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menjelaskan kandungan

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Memahami dan menjelaskan konsep Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menunjukkan hukum bacaan tajwid yang terdapat dalam Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Membaca dengan tartil Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 

Menerjemahkan dengan tepat Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari
kiamat.

Menyalin dengan baik Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 

Mendemontrasikan dengan lancar hafalan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 

Menjelaskan dengan tepat kandungan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang
hari kiamat.

 

 

Setiap  kegiatan  pembelajaran  baik  pembelajaran  mandiri  maupun  pembelajaran daring akan  mendapatkan  porsi penilaian untuk setiap  aspek penilaian.

Kalian diharapkan  aktif  berpartisipasi  dalam  setiap  kegiatan pembelajaran,  baik  kegiatan  diskusi,  kuis,  penugasan dan  kegiatan  evaluasi  percapaian pembelajaran.  Serta  Sumatif  akhir  semester  yang  terdapat  pada  bagian  akhir  Modul  yang  dilaksanakan  diakhir  kegiatan  pembelajaran  semester  ini.

Selamat belajar, semoga  modul  ini  dapat membantu dan meningkatkan penguasaan kamu dalam menguasai materi  Pendidikan Al-Qur’an kelas  XII  SMA  Semester  1  .

Cek Kemampuan 

Coba isilah kolom di bawah ini! 

SOAL

JAWABAN

Salinlah dan terjemahkan beberapa ayat al-Qur’an yang menggambarkan kejadian hari kiamat!

Jelaskan manfaat dan hikmah iman kepada Hari Akhir!

Sebutkan nama-nama lain Hari Kiamat

 

 

 

Uraian Materi

Ayo siapkan dulu hati dan fikiran kamu, biar lebih fokus!

Baiklah kita awali pembelajaran ini dengan mengucapkan “Bismillah”

A.     Ayat Al-Qur'an tentang Hari Kiamat

Sebagaimana kita ketahui bersama Al-Qur'an menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Adapun kiamat terbagi dua yaitu kiamat shughra dan kiamat kubra. Pada subbab ini kita akan mempelajari beberapa ayat Al-Qur'an yang mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat.

1.      Surah Al-Qari'ah

Surat Al-Qari'ah [101] ini terdiri atas sebelas ayat, termasuk golongan surah- surah makkiyah, diturunkan sesudah Surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya yang mengetuk dengan keras. Kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat seperti firman- Allah : القارِعَةُ artinya hari kiamat. Mari kitasimak surah Al=Qariah berikut ini

اَلْقَارِعَةُۙ

Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).

مَا الْقَارِعَةُۚ

Apakah al-Qāri‘ah itu?

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُۗ

Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan.

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ

Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya,

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ

dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.

وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ

Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya,

ۗفَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ

tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ

Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu?

نَارٌ حَامِيَةٌࣖ

(Ia adalah) api yang sangat panas.

Secara umum, surat ini menjelaskan kedahsyatan hari kiamat. Mulai dari suara yang memekakkan telinga, hingga kondisi manusia dan gunung-gunung. Lalu pengujungnya menunjukkan kesudahan manusia berdasarkan timbangan amalnya masing-masing. Masuk surga atau neraka

Al-Qari'ah adalah salah satu hari kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya.

Dalam ayat ini Allah SWT menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya Kemudian Dia menjelaskannya bahwa pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran yaitu mereka menyebar tercerai-berai, ke sana kemari karena kebingungan atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka anai-anai yang bertebaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (Surah Al-Qamar: 7)

Pada hari itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan  seakan-akan seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan sehingga lenyap dan porak-poranda.

Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang apa yang akan dialami orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka, yang adakalanya di tempat yang mulia atau tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan mereka.

Pada ayat ke 9- 11 Allah berfirman bahwa mereka yang timbangan amal keburukan lebih berat maka akan jatuh ke neraka Hawiah, yaitu neraka Jahanam.[1]

2.      Surah Az-Zalzalah

Surah Az-Zalzalah [99] terdiri atas delapan ayat, termasuk golongan surah- surah madaniyah dan diturunkan sesudah Surah An-Nisa'. Nama "Az-Zalzalah" diambil dari kata "zilzaal" yang terdapat pada ayat pertama yang berarti goncangan sebagaimana firman Allah SWT berikut.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَ الهان

Artinya: Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat).

Isi pokok dari surah ini adalah keguncangan bumi yang amat hebat pada hari kiamat dan kebingungan manusia ketika itu, manusia pada hari kiamat dikumpulkan untuk dihisab segala amal perbuatannya. Lafazh Surah Az-Zalzalah selengkapnya sebagai berikut.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا ۝١

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا ۝٢

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا ۝٣

dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا ۝٤

pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا ۝٥

karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ ۝٦

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝٧

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Tafsir Singkat

Dalam Ayat Ini Allah berfirman “Apabila bumi diguncangkan dengan seguncang-guncangnya (yang dahsyat)” ini adalah salah satu proses dan kejadian hari Ahir yaitu bumi akan bergerak dan bergetar dari bagian bawahnya dan bumi mengeluarkan orang-orang mati dari dalamnya. Pada saat ini manusia heran dengan keadaannya, padahal sebelumnya bumi tenang, kokoh, dan stabil, dan manusia diam di atas permukaannya.

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu mereka kembali dari tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu dalam keadaan bermacam-macam, ada yang celaka dan yang berbahagia. Para malaikat diperintahkan untuk membawa ke surga, dan membawa ke neraka.

Disamping itu Allah memperlihatkan kepada manusia balasan amal perbuatan mereka di dunia dari yang baik dan yang buruk. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula

Maka patut kita perhatikan bersama untuk berusaha menghindari neraka, sekalipun dengan separuh buah kurma, dan sekalipun dengan kalimat yang baik.  Jangan sampai kita meremehkan satu kebaikan sekalipun.[2]

 

Tugas

1.      Tulis dan artikan dengan metode PETA lafadz berikut ini

Lafadz

Arti

Lafadz

Arti

الْقَارِعَةُۚ

 

إِذَا زُلْزِلَتِ

 

يَوْمَ

 

الْأَرْضُ

 

النَّاسُ

 

الْإِنسَانُ

 

الْفَرَاشِ

 

تُحَدِّثُ

 

الْجِبَالُ

 

رَبَّكَ

 

كَالْعِهْن

 

فَمَن يَعْمَلْ

 

مَوَازِيْنُهٗۙ

 

خَيْرًا يَرَهُ

 

 

2.      Carilah Hukum-Hukum Tajwid dalam Q.S Al-Qariah dan Q.S Al-Zalzalah

 

NO

Lafazd

Hukum Tajwid

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rabu, 29 Juli 2026

Posted by Guru Usuf On Rabu, Juli 29, 2026


 

a.      Arti Ghaib

Kata ghaib, menurut Lisaanul Arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak hadir)dengan kata lain Ghaib adalah sesuatu yang tidak tampak dengan pancaindra seperti mata kita atau sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata yang hanya diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seperti pengetahuan kapan mereka dibangkitkan. Namun, Allah Azza wa Jalla tidak mengatakan apa yang diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seluruhnya tidak disampaikan kepada manusia karena Allah Azza wa Jalla berfirman pada Surah Al-Jin ayat 26-27 yang artinya, Tuhan Maha Mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak akan membukakan keghaibannya itu kepada seorang pun, kecuali kepada Rasul yang dikehendaki.

Dan firman-Nya dalam Surah Al-Isra'  ayat 85 yang artinya, Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh inu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Allah Azza wa Jalla juga berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 50 yang artinya, Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah Azza wa Jalla ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?".

Melalui ketiga firman Allah Azza wa Jalla SWT tersebut dapat diketahui bahwa Allah Azza wa Jalla memberikan pengetahuan tentang hal ghaib walaupun sedikit atau sebatas apa yang diwahyukan kepada rasul yang dikehendaki-Nya, tentulah rasul yang dikehendaki-Nya adalah Muhammad. Rasulullah mengetahui tentang ghaib berdasarkan al-khabar as-sadiq (pemberitaan valid) dari Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla seperti pengetahuan tentang malaikat, jin, dan adanya akhirat. Rasulullah juga mengetahui tentang ghaib berdasarkan pengalaman beliau "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan peristiwa Isra Mi'raj. Begitu pula kita muslim pada umumnya akan mendapatkan pengetahuan tentang ghaib berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah. Namun, pengetahuan tentang ghaib yang lebih jauh hanya khusus untuk hamba Allah Azza wa Jalla yang dikehendaki-Nya.

Bagaimana seorang hamba Allah "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan dzikrullah? Dzikrullah yang utama adalah shalat. Nabi Muhammad saw. bersabda, Ash-shalatul Mi'rajul Mu'minin (shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang mukmin). Mi'raj yang dimaksud yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah Azza wa Jalla.

Contoh dalam urusan shalat yang berhubungan dengan ghaib adalah makna bersuci (thaharah) secara batin.

Rasulullah. juga bersabda, "Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya melainkan Allah Azza wa Jalla Ta'ala: 'Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun mengetahui apa yang ada di dalam kandungan selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala".

(Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

b.      Ayat-Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal Ghaib

1.      Surah Hud (11) Ayat 123

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf sin

2

ٱلْأَرْضِ

 

 

3

فَٱعْبُدْهُ

 

 

4

بِغَٰفِلٍ

 

 

5

عَمَّا

 

 

 

2.      Surah Al-Hasyr (59) Ayat 22

 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

3.      Surah As- Sajadah (23) Ayat 6

 

ذَٰلِكَ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

 

Artinya: Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

Kandungan isi Surah As-Sajdah [32] ayat 6 dan Surah Al-Hasyr [59] ayat 22 menjelaskan bahwa: Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang. Adapun hal-hal yang ghaib itu meliputi: alam akhirat, alam Barzah, Alam Arwah, Kursi, 'Arasy, Lauhul Mahfuzh, Sidratul Muntaha, Mizan, Shirathal Mustaqiim, Padang Mahsyar, serta Surga dan Neraka. Semua itu merupakan hal-hal ghaib yang wajib kita imani keberadaannya jangan sampai kita mengingkarinya.


Kerjakan Asesmen berikut 

https://forms.gle/A9Fs8sA1RAx4C6RF7