Kamis, 20 Agustus 2026

Posted by Guru Usuf On Kamis, Agustus 20, 2026

 


MODUL PENDIDIKAN Al-QUR’AN

SMAN 1 SIMPANG EMPAT KELAS XII

BAB II

AL-Qur’an tentang Hari Kiamat

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Yusuf Wibisono

 


Panduan Belajar

Agar  kamu  mendapatkan  hasil  yang  optimal  dalam  menggunakan  modul ini, maka perhatikan petunjuk khusus berikut:

1. Sebelum memulai menggunakan modul,  mari berdoa kepada  Allah عَزَّ وَ جَلَّ,  agar diberikan  kemudahan dalam  memahami  materi  ini  dan dapat  mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Kamu  sebaiknya  membaca  dari  bagian  pendahuluan,  kegiatan pembelajaran, rangkuman, dan evaluasi secara urut.

3.  Setiap  akhir  kegiatan  pembelajaran,  kamu  sebaiknya  mengerjakan  latihan soal dengan jujur tanpa melihat uraian materi. 

4.  Kamu  dikatakan  tuntas  apabila  dalam  mengerjakan  latihan  soal  mendapatkan nilai 75 dan dinyatakan TUNTAS untuk melanjutkan kegiatan  pembelajaran selanjutnya.

5.  Apabila  kamu  belum  tuntas  di  materi  sebelumnya,  maka  harus  mempelajari lagi uraian materi, setelah itu mengerjakan latihan soal.

Secara rinci, materi yang akan kamu pelajari pada  modul ini tentang “Al-Quran tentang Hari Akhir” dengan  Capaian Pembelajaran  dan  Indikator  Pencapaian Kompetensinya sebagai berikut:

 

N o

Capaian Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

1.

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

 

5

 

 

6

 

 

7

Memahami konsep Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menganalisis hukum bacaan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari

kiamat.

Membaca Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari

kiamat.

Menerjemahkan dengan tepat

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menyalin dengan baik

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Mendemontrasikan hafalan

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menjelaskan kandungan

Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan

Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Memahami dan menjelaskan konsep Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Menunjukkan hukum bacaan tajwid yang terdapat dalam Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

Membaca dengan tartil Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 

Menerjemahkan dengan tepat Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari
kiamat.

Menyalin dengan baik Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 


Mendemontrasikan dengan lancar hafalan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang hari kiamat.

 

Menjelaskan dengan tepat kandungan Q.S. Al-Qari'ah: 1-11 dan Q.S. Az-Zalzalah: 1-8 tentang
hari kiamat.

 

 

Setiap  kegiatan  pembelajaran  baik  pembelajaran  mandiri  maupun  pembelajaran daring akan  mendapatkan  porsi penilaian untuk setiap  aspek penilaian.

Kalian diharapkan  aktif  berpartisipasi  dalam  setiap  kegiatan pembelajaran,  baik  kegiatan  diskusi,  kuis,  penugasan dan  kegiatan  evaluasi  percapaian pembelajaran.  Serta  Sumatif  akhir  semester  yang  terdapat  pada  bagian  akhir  Modul  yang  dilaksanakan  diakhir  kegiatan  pembelajaran  semester  ini.

Selamat belajar, semoga  modul  ini  dapat membantu dan meningkatkan penguasaan kamu dalam menguasai materi  Pendidikan Al-Qur’an kelas  XII  SMA  Semester  1  .

Cek Kemampuan 

Coba isilah kolom di bawah ini! 

SOAL

JAWABAN

Salinlah dan terjemahkan beberapa ayat al-Qur’an yang menggambarkan kejadian hari kiamat!

Jelaskan manfaat dan hikmah iman kepada Hari Akhir!


Uraian Materi

Ayo siapkan dulu hati dan fikiran kamu, biar lebih fokus!

Baiklah kita awali pembelajaran ini dengan mengucapkan “Bismillah”

A.     Ayat Al-Qur'an tentang Hari Kiamat

Sebagaimana kita ketahui bersama Al-Qur'an menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Adapun kiamat terbagi dua yaitu kiamat shughra dan kiamat kubra. Pada subbab ini kita akan mempelajari beberapa ayat Al-Qur'an yang mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat.

1.      Surah Al-Qari'ah

Surat Al-Qari'ah [101] ini terdiri atas sebelas ayat, termasuk golongan surah- surah makkiyah, diturunkan sesudah Surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya yang mengetuk dengan keras. Kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat seperti firman- Allah : القارِعَةُ artinya hari kiamat.

Isi pokok surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, dan amal perbuatan manusia ditimbang kemudian dibalas. Perhatikan firman Allah SWT pada Surah Al-Qari'ah berikut.

Rabu, 29 Juli 2026

Posted by Guru Usuf On Rabu, Juli 29, 2026


 

a.      Arti Ghaib

Kata ghaib, menurut Lisaanul Arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak hadir)dengan kata lain Ghaib adalah sesuatu yang tidak tampak dengan pancaindra seperti mata kita atau sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata yang hanya diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seperti pengetahuan kapan mereka dibangkitkan. Namun, Allah Azza wa Jalla tidak mengatakan apa yang diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seluruhnya tidak disampaikan kepada manusia karena Allah Azza wa Jalla berfirman pada Surah Al-Jin ayat 26-27 yang artinya, Tuhan Maha Mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak akan membukakan keghaibannya itu kepada seorang pun, kecuali kepada Rasul yang dikehendaki.

Dan firman-Nya dalam Surah Al-Isra'  ayat 85 yang artinya, Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh inu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Allah Azza wa Jalla juga berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 50 yang artinya, Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah Azza wa Jalla ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?".

Melalui ketiga firman Allah Azza wa Jalla SWT tersebut dapat diketahui bahwa Allah Azza wa Jalla memberikan pengetahuan tentang hal ghaib walaupun sedikit atau sebatas apa yang diwahyukan kepada rasul yang dikehendaki-Nya, tentulah rasul yang dikehendaki-Nya adalah Muhammad. Rasulullah mengetahui tentang ghaib berdasarkan al-khabar as-sadiq (pemberitaan valid) dari Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla seperti pengetahuan tentang malaikat, jin, dan adanya akhirat. Rasulullah juga mengetahui tentang ghaib berdasarkan pengalaman beliau "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan peristiwa Isra Mi'raj. Begitu pula kita muslim pada umumnya akan mendapatkan pengetahuan tentang ghaib berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah. Namun, pengetahuan tentang ghaib yang lebih jauh hanya khusus untuk hamba Allah Azza wa Jalla yang dikehendaki-Nya.

Bagaimana seorang hamba Allah "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan dzikrullah? Dzikrullah yang utama adalah shalat. Nabi Muhammad saw. bersabda, Ash-shalatul Mi'rajul Mu'minin (shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang mukmin). Mi'raj yang dimaksud yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah Azza wa Jalla.

Contoh dalam urusan shalat yang berhubungan dengan ghaib adalah makna bersuci (thaharah) secara batin.

Rasulullah. juga bersabda, "Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya melainkan Allah Azza wa Jalla Ta'ala: 'Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun mengetahui apa yang ada di dalam kandungan selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala".

(Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

b.      Ayat-Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal Ghaib

1.      Surah Hud (11) Ayat 123

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf sin

2

ٱلْأَرْضِ

 

 

3

فَٱعْبُدْهُ

 

 

4

بِغَٰفِلٍ

 

 

5

عَمَّا

 

 

 

2.      Surah Al-Hasyr (59) Ayat 22

 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

3.      Surah As- Sajadah (23) Ayat 6

 

ذَٰلِكَ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

 

Artinya: Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

Kandungan isi Surah As-Sajdah [32] ayat 6 dan Surah Al-Hasyr [59] ayat 22 menjelaskan bahwa: Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang. Adapun hal-hal yang ghaib itu meliputi: alam akhirat, alam Barzah, Alam Arwah, Kursi, 'Arasy, Lauhul Mahfuzh, Sidratul Muntaha, Mizan, Shirathal Mustaqiim, Padang Mahsyar, serta Surga dan Neraka. Semua itu merupakan hal-hal ghaib yang wajib kita imani keberadaannya jangan sampai kita mengingkarinya.


Kerjakan Asesmen berikut 

https://forms.gle/A9Fs8sA1RAx4C6RF7 

Jumat, 24 Juli 2026

Posted by Guru Usuf On Jumat, Juli 24, 2026

 BAB I 

Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja





            Siapakah di antara kalian yang ingin sukses?. Tentu semua orang ingin sukses, termasuk kalian. Namun perlu diketahui bahwa untuk meraih kesuksesan tersebut bukanlah perkara mudah. Kalian harus mampu mengatasi semua hambatan, tantangan, dan rintangan dengan ketekunan dan kerja keras.

Di samping itu, doa dari orang tua dan guru juga sangat dibutuhkan agar Allah Swt. yang Maha Pemberi Rezeki memberi jalan kemudahan dan keberkahan. Mari kita bahas Q.S. al-Maidah/5: 48 tentang Kompetisi dalam Kebaikan

a.      Membaca Q.S. al-Maidah/5: 48

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

b.      Mengidentifikasi Hukum Bacaan Tajwid Q.S. al-Maidah/5: 48

Setelah membaca dan mencermati ulasan tajwid di atas, tulislah seluruh  hukum bacaan tajwid dalam Q.S. al-Maidah/5:48 beserta alasanya!

c.       Mengartikan Per Kata Q.S. al-Maidah/5:48

Setelah membaca dan mencermati ulasan tajwid di atas, tulislah seluruh

 

d.      Menterjemahkan Ayat Q.S. al-Maidah/5: 48

Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah  engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah/5: 48)

e.      Menelaah Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48

Dalam Ayat Q.S. al-Maidah/5: 48 mengandung pesan-pesan mulia sebagai berikut:

1.      Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. dengan haq (kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara turunnya, maupun yang mengantarnya turun (Jibril a.s.).

2.      Kitab Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s.  Dalam hal ini Al-Qur’an adalah muhaimin terhadap kitab-kitab terdahulu karena ia menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.

3.      Kitab suci Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitabkitab terdahulu dan menjadi tolok ukur kebenaran terhadapnya, serta menjadi saksi untuk keabsahannya. Dalam kedudukannya sebagai pemelihara, Al-Qur’an memelihara dan mengukuhkan prinsip ajaran Ilahi yang bersifat universal (kully) dan mengandung kemaslahatan abadi bagi umat manusia sepanjang masa.

4.      Allah memerintahkan agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Hendaklah orang beriman memutuskan perkara berdasarkan kitab suci Al-Qur’an dan tidak boleh bertentangan dengannya. Bahkan dalam Q.S. al-Maidah/5: 3 dinyatakan bahwa agama Islam telah sempurna, nikmat yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada kaum muslimin sudah sempurna, dan Allah Swt. telah meridai Islam sebagai jalan kehidupan semua manusia.  Maka tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan sebagian ajarannya untuk berpindah pada ajaran lain.

5.      Tiap-tiap umat memiliki aturan (syariat) yang akan menuntunnya menuju kebahagiaan abadi. Allah Swt. juga mengkaruniakan jalan terang (manhaj) yang dilalui oleh manusia dalam menjalankan aturan beragama.

6.      Allah Swt. telah menjadikan syariat Nabi Muhammad Saw. sebagai penyempurna syariat para nabi terdahulu serta membatalkan syariat sebelumnya. Seandainya Allah. menghendaki, niscaya umat Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan umat Nabi Muhammad Saw. akan dijadikan satu umat saja. Tetapi hal ini tidak dikehendaki oleh Allah Swt.

7.      Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dengan sungguh sungguh dalam berbuat kebaikan dan menghindari perdebatan yang tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia. Allah Swt. telah menetapkan berbagai macam syariat untuk menguji siapakah di antara hamba-Nya yang taat dan durhaka. Bagi yang taat akan memperoleh pahala, sedangkan siksa bagi seseorang yang durhaka. Sesungguhnya semua manusia akan kembali kepada Allah Swt. dan akan diberitahukan apa yang telah diperselisihkan. Hal yang diperselisihkan ini adalah tentang kehidupan akhirat. Orang-orang kafir tidak percaya adanya akhirat. Karenanya mereka akan diberitahu dan mendapatkan balasan atas perbuatan mereka, yakni dimasukkan ke dalam api neraka. Sedangkan bagi orang mukmin yang beramal shalih, akan mendapatkan balasan surga

Posted by Guru Usuf On Jumat, Juli 24, 2026

 

Bab I Membiasakan Berpikir Kritis[1]



  • Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191 

Mari membaca dengan fasih dan benar Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191  berikut ini. Sesuaikan bacannya dengan menggunakan Ilmu Tajwid dan  Makharijul huruf!

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى

 ٱلْأَلْبَٰبِ ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

 

  • Analisis Hukum Tajwid

Mari perhatikan dengan cermat teks Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191. Buatlah kajian  dari aspek ilmu tajwidnya. Berikut ini ada beberapa contoh, selanjutnya  kembangkan untuk kalimat atau lafal yang lain dari ayat tersebut!

 

No

Kalimat

Hukum Bacaan

Sebab

1

إِنَّ

Ghunnah

Nun Bertasydid

2

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

 

 

3

ٱلْأَرْضِ

 

 

4

ٱلنَّهَارِ

 

 

5

قِيَٰمًا وَقُعُودًا

 

 

6

رَبَّنَا

 

 

7

خَلَقْتَ

 

 

 

  •        Mengartikan Perkata

Coba cermati teks Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191. kata per kata. Maknai dari  kata atau lafal dari ayat tersebut yang belum ada artinya!

  •  Menerjemahkan Ayat

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan  siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190).

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam  keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit  dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan  semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.  (Q.S. Ali ‘Imrān/3: 191)

  • Isi dan Kandungan Ayat

Memahami ayat Al-Qur’an, tidak cukup hanya berdasar terjemah saja, tetapi  harus berlandaskan kepada buku tafsir yang mu’tabar (otoritatif). Berikut ini, kandungan isi Q.S. Ali Imrān/3: 190-191:

1.      Begitu banyak tanda-tanda kebesaran Allah Swt. yang dibentangkan di  langit dan bumi, termasuk pada diri manusia, semua itu harus dijadikan sebagai sarana  berpikir bagi umat manusia, khususnya orang beriman,  agar dapat mengambil manfaat, faedah, dan hikmah dari keberadaan  alam semesta.

2.      Penciptaan alam semesta, meliputi silih bergantinya siang dan malam,  pusaran angin, keteraturan lintasan benda-benda langit, dan bumi  dengan segala isinya, semua itu jangan hanya dijadikan sebagai peristiwa  biasa, tanpa hikmah dan tujuan, tetapi harus dipikirkan, diteliti, dan  dieksplorasi, sehingga keberadannya semakin terbuka dan dapat diambil sisi positif dan negatifnya melalui akal pikiran serta akal budi yang dimiliki oleh setiap orang;

3.      Semua manfaat, faedah, dan hikmah dari beragam peristiwa yang tersebar di alam semesta tersebut, hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang memiliki akal pikiran yang sehat serta akal budi yang dikenal dengan istilah ulil albab atau ulul albab;

4.      Ulil Albab adalah orang yang memiliki akal pikiran yang lurus, nurani yang bersih, serta menjadi hamba Allah Swt. yang mengisi setiap  waktunya untuk memikirkan segala penciptaan dan peristiwa di alam raya ini, sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa semua ini membawa manfaat, tidak ada yang sia-sia, akhirnya hidupnya semakin dekat (taqarrub) kepada Allah

5.      Tanda lain Ulil Albab adalah mereka yang dalam kondisi apapun (duduk, berdiri, dan berbaring) yang artinya juga saat mampu, kaya, atau terpuruk, kondisi riang gembira, atau sedih, semua itu tidak menghalangi untuk  mengambil maslahat dari segala ciptaan Allah Swt. baik untuk diri sendiri,  lingkungan yang mengitarinya, maupun masyarakat secara luas.

6.      Ulil Albab juga melakukan pemikiran kritis, utuh, obyektif, dan seimbang terhadap segala problem yang muncul, sehingga buah pemikirannya memberi banyak manfaat, jauh dari kebencian dan sengketa, apalagi  kerancuan dan kebimbangan, akhirnya memunculkan kedamaian, kesejukan, serta solusi terbaik bagi semuanya.

7.      Setiap orang beriman sangat dituntut, agar penggunaan akal pikiran dan akal budinya, menghasilkan kesadaran diri bahwa semua penciptaan itu bersumber dari Allah. Selanjutnya, mengajak diri dan orang lain, agar semakin dekat (taqarrub) kepada Allah Swt. Melalui pendekatan tersebut, keselamatan dan kesuksesan dunia akhirat dapat diraih, akhirnya terhindar dari kesengsaraan, kegagalan dan kehinaan.

8.      Seperti peran dari ulil albab, Ayat ini mengajak juga agar di setiap komunitas dan masyarakat, bahkan dalam lingkup yang lebih luas, ada kelompok orang yang berperan sebagai pemikir dan penengah dari problema yang muncul, sehingga terhindar dari hoax, berita bohong, dan informasi yang tidak benar.



[1] Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI