a. Arti
Ghaib
Kata ghaib,
menurut Lisaanul Arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak
hadir)dengan kata lain Ghaib adalah sesuatu yang tidak tampak dengan pancaindra
seperti mata kita atau sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata yang hanya
diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seperti pengetahuan kapan mereka
dibangkitkan. Namun, Allah Azza wa Jalla tidak mengatakan apa yang diketahui
oleh Allah Azza wa Jalla seluruhnya tidak disampaikan kepada manusia karena Allah
Azza wa Jalla berfirman pada Surah Al-Jin ayat 26-27 yang artinya, Tuhan
Maha Mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak akan membukakan keghaibannya itu
kepada seorang pun, kecuali kepada Rasul yang dikehendaki.
Dan firman-Nya dalam Surah
Al-Isra' ayat 85 yang artinya, Dan
mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh inu termasuk
urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
Allah Azza wa Jalla juga
berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 50 yang artinya, Katakanlah: "Aku
tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah Azza wa Jalla ada padaku,
dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan
kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang
diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang
melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?".
Melalui ketiga
firman Allah Azza wa Jalla SWT tersebut dapat diketahui bahwa Allah Azza wa
Jalla memberikan pengetahuan tentang hal ghaib walaupun sedikit atau sebatas
apa yang diwahyukan kepada rasul yang dikehendaki-Nya, tentulah rasul yang
dikehendaki-Nya adalah Muhammad. Rasulullah mengetahui tentang ghaib
berdasarkan al-khabar as-sadiq (pemberitaan valid) dari Allah Azza wa Jalla
Azza wa Jalla seperti pengetahuan tentang malaikat, jin, dan adanya akhirat.
Rasulullah juga mengetahui tentang ghaib berdasarkan pengalaman beliau
"diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa
Jalla dengan peristiwa Isra Mi'raj. Begitu pula kita muslim pada umumnya akan
mendapatkan pengetahuan tentang ghaib berdasarkan apa yang telah disampaikan
oleh Rasulullah. Namun, pengetahuan tentang ghaib yang lebih jauh hanya khusus
untuk hamba Allah Azza wa Jalla yang dikehendaki-Nya.
Bagaimana seorang hamba Allah
"diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa
Jalla dengan dzikrullah? Dzikrullah yang utama adalah shalat. Nabi Muhammad
saw. bersabda, Ash-shalatul Mi'rajul Mu'minin (shalat itu adalah mi'rajnya
orang-orang mukmin). Mi'raj yang dimaksud yaitu naiknya jiwa meninggalkan
ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah Azza wa
Jalla.
Contoh dalam urusan shalat yang
berhubungan dengan ghaib adalah makna bersuci (thaharah) secara batin.
Rasulullah.
juga bersabda, "Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorangpun
yang mengetahuinya melainkan Allah Azza wa Jalla Ta'ala: 'Tidak ada seorangpun
yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala,
dan tidak ada seorangpun mengetahui apa yang ada di dalam kandungan selain Allah
Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya
hari kiamat selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang
mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan
tidak seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun selain Allah Azza wa
Jalla Ta'ala".
(Hadis Riwayat
Imam Bukhari dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)
b. Ayat-Ayat
Al-Quran yang menjelaskan tentang hal Ghaib
1. Surah Hud (11) Ayat 123
وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ
فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di
langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka
sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan.
Cari hukum Tajwid dari ayat diatas
|
No |
Lafadz |
Hukum Tajwid |
Keterangan |
|
1 |
ٱلسَّمَٰوَٰتِ |
Alif lam syamsiah |
Alif lam bertemu huruf sin |
|
2 |
ٱلْأَرْضِ |
|
|
|
3 |
فَٱعْبُدْهُ |
|
|
|
4 |
بِغَٰفِلٍ |
|
|
|
5 |
عَمَّا |
|
|
2.
Surah Al-Hasyr (59) Ayat 22
هُوَ ٱللَّهُ
ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ
ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan
selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang.
Cari hukum Tajwid dari ayat diatas
|
No |
Lafadz |
Hukum Tajwid |
Keterangan |
|
1 |
وَٱلشَّهَٰدَةِ |
Alif lam syamsiah |
Alif lam bertemu huruf syin |
|
2 |
لَآ إِلَٰهَ |
|
|
|
3 |
هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ |
|
|
|
4 |
ٱلرَّحِيمُ |
|
|
|
5 |
عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ |
|
|
3.
Surah As- Sajadah (23) Ayat 6
ذَٰلِكَ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui
yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Cari hukum Tajwid dari ayat diatas
|
No |
Lafadz |
Hukum Tajwid |
Keterangan |
|
1 |
وَٱلشَّهَٰدَةِ |
Alif lam syamsiah |
Alif lam bertemu huruf syin |
|
2 |
لَآ إِلَٰهَ |
|
|
|
3 |
هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ |
|
|
|
4 |
ٱلرَّحِيمُ |
|
|
|
5 |
عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ |
|
|
Kandungan isi Surah As-Sajdah [32] ayat 6 dan Surah Al-Hasyr [59] ayat
22 menjelaskan bahwa: Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain
Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa, Maha
Pemurah, dan Maha Penyayang. Adapun hal-hal yang ghaib itu meliputi: alam
akhirat, alam Barzah, Alam Arwah, Kursi, 'Arasy, Lauhul Mahfuzh, Sidratul
Muntaha, Mizan, Shirathal Mustaqiim, Padang Mahsyar, serta Surga dan Neraka.
Semua itu merupakan hal-hal ghaib yang wajib kita imani keberadaannya jangan
sampai kita mengingkarinya.
Kerjakan Asesmen berikut
https://forms.gle/A9Fs8sA1RAx4C6RF7
