Rabu, 29 Juli 2026

Posted by Rumah Ratu On Rabu, Juli 29, 2026


 

a.      Arti Ghaib

Kata ghaib, menurut Lisaanul Arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak hadir)dengan kata lain Ghaib adalah sesuatu yang tidak tampak dengan pancaindra seperti mata kita atau sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata yang hanya diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seperti pengetahuan kapan mereka dibangkitkan. Namun, Allah Azza wa Jalla tidak mengatakan apa yang diketahui oleh Allah Azza wa Jalla seluruhnya tidak disampaikan kepada manusia karena Allah Azza wa Jalla berfirman pada Surah Al-Jin ayat 26-27 yang artinya, Tuhan Maha Mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak akan membukakan keghaibannya itu kepada seorang pun, kecuali kepada Rasul yang dikehendaki.

Dan firman-Nya dalam Surah Al-Isra'  ayat 85 yang artinya, Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh inu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Allah Azza wa Jalla juga berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 50 yang artinya, Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah Azza wa Jalla ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?".

Melalui ketiga firman Allah Azza wa Jalla SWT tersebut dapat diketahui bahwa Allah Azza wa Jalla memberikan pengetahuan tentang hal ghaib walaupun sedikit atau sebatas apa yang diwahyukan kepada rasul yang dikehendaki-Nya, tentulah rasul yang dikehendaki-Nya adalah Muhammad. Rasulullah mengetahui tentang ghaib berdasarkan al-khabar as-sadiq (pemberitaan valid) dari Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla seperti pengetahuan tentang malaikat, jin, dan adanya akhirat. Rasulullah juga mengetahui tentang ghaib berdasarkan pengalaman beliau "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan peristiwa Isra Mi'raj. Begitu pula kita muslim pada umumnya akan mendapatkan pengetahuan tentang ghaib berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah. Namun, pengetahuan tentang ghaib yang lebih jauh hanya khusus untuk hamba Allah Azza wa Jalla yang dikehendaki-Nya.

Bagaimana seorang hamba Allah "diperjalankan" hingga sampai kepada Allah Azza wa Jalla Azza wa Jalla dengan dzikrullah? Dzikrullah yang utama adalah shalat. Nabi Muhammad saw. bersabda, Ash-shalatul Mi'rajul Mu'minin (shalat itu adalah mi'rajnya orang-orang mukmin). Mi'raj yang dimaksud yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah Azza wa Jalla.

Contoh dalam urusan shalat yang berhubungan dengan ghaib adalah makna bersuci (thaharah) secara batin.

Rasulullah. juga bersabda, "Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya melainkan Allah Azza wa Jalla Ta'ala: 'Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun mengetahui apa yang ada di dalam kandungan selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala, dan tidak seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun selain Allah Azza wa Jalla Ta'ala".

(Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

b.      Ayat-Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal Ghaib

1.      Surah Hud (11) Ayat 123

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf sin

2

ٱلْأَرْضِ

 

 

3

فَٱعْبُدْهُ

 

 

4

بِغَٰفِلٍ

 

 

5

عَمَّا

 

 

 

2.      Surah Al-Hasyr (59) Ayat 22

 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

3.      Surah As- Sajadah (23) Ayat 6

 

ذَٰلِكَ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

 

Artinya: Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

 

Cari hukum Tajwid dari ayat diatas

No

Lafadz

Hukum Tajwid

Keterangan

1

وَٱلشَّهَٰدَةِ

Alif lam syamsiah

Alif lam bertemu huruf syin

2

لَآ إِلَٰهَ

 

 

3

هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ

 

 

4

ٱلرَّحِيمُ

 

 

5

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ

 

 

 

Kandungan isi Surah As-Sajdah [32] ayat 6 dan Surah Al-Hasyr [59] ayat 22 menjelaskan bahwa: Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang. Adapun hal-hal yang ghaib itu meliputi: alam akhirat, alam Barzah, Alam Arwah, Kursi, 'Arasy, Lauhul Mahfuzh, Sidratul Muntaha, Mizan, Shirathal Mustaqiim, Padang Mahsyar, serta Surga dan Neraka. Semua itu merupakan hal-hal ghaib yang wajib kita imani keberadaannya jangan sampai kita mengingkarinya.


Kerjakan Asesmen berikut 

https://forms.gle/A9Fs8sA1RAx4C6RF7 

0 comments:

Posting Komentar