BAB I
Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
Siapakah di antara kalian yang ingin sukses?. Tentu semua
orang ingin sukses, termasuk kalian. Namun perlu diketahui bahwa untuk meraih kesuksesan
tersebut bukanlah perkara mudah. Kalian harus mampu mengatasi semua hambatan,
tantangan, dan rintangan dengan ketekunan dan kerja keras.
Di samping itu, doa dari orang tua dan guru juga sangat
dibutuhkan agar Allah Swt. yang Maha Pemberi Rezeki memberi jalan kemudahan dan
keberkahan. Mari kita bahas Q.S. al-Maidah/5: 48 tentang Kompetisi dalam
Kebaikan
a.
Membaca Q.S. al-Maidah/5: 48
وَأَنزَلْنَآ
إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ
مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا
جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن
لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟
ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم
بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
b.
Mengidentifikasi Hukum Bacaan Tajwid Q.S.
al-Maidah/5: 48
Setelah membaca dan mencermati
ulasan tajwid di atas, tulislah seluruh hukum
bacaan tajwid dalam Q.S. al-Maidah/5:48 beserta alasanya!
c.
Mengartikan Per Kata Q.S. al-Maidah/5:48
Setelah membaca dan mencermati ulasan
tajwid di atas, tulislah seluruh
d.
Menterjemahkan Ayat Q.S. al-Maidah/5: 48
Dan Kami telah menurunkan Kitab
(Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara
mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara
kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki,
niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu
terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah
berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu
diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S.
al-Maidah/5: 48)
e. Menelaah
Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48
Dalam Ayat Q.S. al-Maidah/5: 48
mengandung pesan-pesan mulia sebagai berikut:
1.
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. dengan haq
(kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara turunnya, maupun yang
mengantarnya turun (Jibril a.s.).
2.
Kitab Al-Qur’an berfungsi membenarkan
kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.,
Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., dan Injil yang diturunkan kepada
Nabi Isa a.s. Dalam hal ini Al-Qur’an
adalah muhaimin terhadap kitab-kitab terdahulu karena ia menjadi saksi atas
kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.
3.
Kitab suci Al-Qur’an juga menjadi pengawas,
pemelihara, penjaga kitabkitab terdahulu dan menjadi tolok ukur kebenaran
terhadapnya, serta menjadi saksi untuk keabsahannya. Dalam kedudukannya sebagai
pemelihara, Al-Qur’an memelihara dan mengukuhkan prinsip ajaran Ilahi yang
bersifat universal (kully) dan mengandung kemaslahatan abadi bagi umat manusia
sepanjang masa.
4.
Allah memerintahkan agar menjadikan Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup. Hendaklah orang beriman memutuskan perkara berdasarkan
kitab suci Al-Qur’an dan tidak boleh bertentangan dengannya. Bahkan dalam Q.S.
al-Maidah/5: 3 dinyatakan bahwa agama Islam telah sempurna, nikmat yang
diturunkan oleh Allah Swt. kepada kaum muslimin sudah sempurna, dan Allah Swt.
telah meridai Islam sebagai jalan kehidupan semua manusia. Maka tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan
sebagian ajarannya untuk berpindah pada ajaran lain.
5.
Tiap-tiap umat memiliki aturan (syariat) yang
akan menuntunnya menuju kebahagiaan abadi. Allah Swt. juga mengkaruniakan jalan
terang (manhaj) yang dilalui oleh manusia dalam menjalankan aturan beragama.
6.
Allah Swt. telah menjadikan syariat Nabi
Muhammad Saw. sebagai penyempurna syariat para nabi terdahulu serta membatalkan
syariat sebelumnya. Seandainya Allah. menghendaki, niscaya umat Nabi Musa a.s.,
Nabi Isa a.s., dan umat Nabi Muhammad Saw. akan dijadikan satu umat saja.
Tetapi hal ini tidak dikehendaki oleh Allah Swt.
7.
Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba
dengan sungguh sungguh dalam berbuat kebaikan dan menghindari perdebatan yang
tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia. Allah Swt. telah menetapkan berbagai
macam syariat untuk menguji siapakah di antara hamba-Nya yang taat dan durhaka.
Bagi yang taat akan memperoleh pahala, sedangkan siksa bagi seseorang yang
durhaka. Sesungguhnya semua manusia akan kembali kepada Allah Swt. dan akan
diberitahukan apa yang telah diperselisihkan. Hal yang diperselisihkan ini
adalah tentang kehidupan akhirat. Orang-orang kafir tidak percaya adanya
akhirat. Karenanya mereka akan diberitahu dan mendapatkan balasan atas
perbuatan mereka, yakni dimasukkan ke dalam api neraka. Sedangkan bagi orang
mukmin yang beramal shalih, akan mendapatkan balasan surga

0 comments:
Posting Komentar